Hutan Singgah Mata Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pengawasan Aparat terhadap Dugaan Tambang Ilegal

Minggu, 27 September 2026 - 10:31

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE – Kemarahan warga Tangse, Mane, dan Geumpang, Kabupaten Pidie, kembali meledak. Mereka menyoroti dugaan aktivitas tambang ilegal di kawasan Gunung Singgah Mata yang disebut telah menggunakan alat berat jenis ekskavator (beko).

Warga menilai masuknya alat berat ke kawasan hutan merupakan persoalan serius. Mereka khawatir pengerukan tanah dan pembukaan kawasan akan merusak hutan, mengganggu sumber air, serta meningkatkan risiko longsor dan banjir.

“Beko sudah masuk ke gunung! Mana Polres Pidie? Mana Kasat Reskrim? Kalau benar ilegal, kenapa masih bisa beroperasi? Kami meminta Kapolri turun tangan dan mengevaluasi Kapolres serta Kasat Reskrim Pidie!” ujar warga dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga juga mendesak aparat mengusut tuntas siapa pemilik alat berat, pemodal, serta pihak yang berada di balik aktivitas tersebut. Dugaan adanya “cukong” atau pihak yang membekingi harus dibuktikan melalui penyelidikan, bukan dibiarkan menjadi tanda tanya.

Bagi masyarakat, persoalan ini menyangkut masa depan hutan dan keselamatan warga.

Jika kerusakan kawasan hutan dibiarkan, masyarakat khawatir dampaknya dapat berupa banjir bandang, longsor, kerusakan sumber air, hingga kekeringan.

Karena itu, warga menyatakan sikap tegas:

TOLAK TAMBANG ILEGAL DI GUNUNG SINGGAH MATA!

Mereka juga menyampaikan tiga tuntutan kepada Kapolri:

1. COPOT KAPOLRES PIDIE DAN KASAT RESKRIM PIDIE!
Warga meminta evaluasi dan pertanggungjawaban atas penanganan dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

2. TURUNKAN BARESKRIM DAN PROPAM MABES POLRI KE PIDIE!
Warga meminta pemeriksaan dilakukan secara transparan, termasuk terhadap dugaan pembiaran apabila nantinya ditemukan bukti.

3. SITA ALAT BERAT DAN USUT PEMODALNYA!
Jika terbukti digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal, warga meminta alat berat diamankan dan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum.

Kini masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji.

Pertanyaannya sederhana:
Jika benar ada tambang ilegal dan alat berat sudah masuk kawasan hutan, siapa yang bertanggung jawab?

Warga Tangse, Mane, dan Geumpang meminta pemerintah serta aparat penegak hukum jangan membiarkan masyarakat berjuang sendirian menyelamatkan Gunung Singgah Mata.

Berita Terkait

PETI Geumpang Disapu Operasi, tetapi Dugaan Alat Berat Milik Jaringan Cina Tetap Selamat, Siapa yang Mengendalikan?
Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja
Pesta HUT Pidie ke-515 Berlangsung Meriah, Alue Pigoe Justru Dilanda Musibah dan Kehilangan Mata Pencaharian
Ribuan Lubang Tambang Emas Disebut Ada di Geumpang, Pemerintah Diminta Sajikan Data Resmi dan Hasil Pemetaan Terbuka

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:41

Respons Cepat Brimob Polda Aceh, Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Tenggara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:38

Polisi Bersama Masyarakat, Cegah Karhutla, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pria Diamankan di Lawe Sigala-gala

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:33

Polantas Aceh Hadir di Malam Hari, Satlantas Polres Aceh Tenggara Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:21

Polisi Bersama Masyarakat, Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Pererat Silaturahmi dengan Ulama dan Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:20

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pengamanan Musda X Golkar, Pastikan Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:27

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:28

Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Silaturahmi dengan KPA

Berita Terbaru